Skip to main content

Resensi Antologi Puisi "Kata Kota"

Resensi Antologi Puisi "Kata Kota"

Kudus dalam Puisi

Peresensi Shoma Noor Firda Inayah

Judul                           : Kata Kota
Penulis                         : Fadlillah Rumayn, dkk.
Kategori                      : Antologi Puisi
Penerbit                       : WR Tsani Media (berkerjasama dengan Kofiku Media)
Tahun Terbit               : 2017
Cetakan ke-                 : Pertama
ISBN                           : 9786026149817
Tebal Halaman            : xviii + 142 halaman

Antologi Puisi “Kata Kota”

merupakan hasil lomba yang diadakan oleh Kofiku (Komunitas Fiksi Kudus) pada Juni 2017 yang lalu. Buku ini berisi kumpulan puisi pilihan betemakan Kudus. Penulisnya adalah penduduk asli Kudus atau orang yang kini atau pernah tinggal di Kudus dengan berbagai latar belakang yang berbeda.
Kudus menjadi ruh dalam 79 puisi. Budaya, tradisi, kuliner dan tempat wisata Kudus disulap menjadi puisi dengan diksi yang indah. Keanekaragaman lain di Kudus juga diangkat sebagai puisi. Seperti Kudus yang kental dengan toleransi beragama (Islam-Hindu) terdapat dalam puisi K karya Arif Rohman.
Di kota ini,
Orang tidak menyembelih sapi
Masjid dibangun sunan di tempat candi berdiri
Atau menyerupai?
(halaman 26)
Selain itu, puisi tentang tradisi menjelang bulan suci Ramadan atau Dandangan banyak dijumpai. Seperti puisi Kudus dalam Menuju Ramadan (Rengga Febrian), Ramadan di Kudus (Muhammad Sholikin), Dandangan (Anita Sari), Senjaku di Dandangan (Nor Zahroh), Pelita Dalam Sebuah Kota (Bayu Rizqi S.),  Dandangan (Zeta Rahmalia Putri), Tradisi Dandangan di Kota Kami (Suaidah), dan Narasi Sunyi Seniman Dandangan (Uzlifatul Baehaqi).
Ini hanya perihal hidup dan dilema;
kangen aku digandeng mama,
diajak membeli arum manis,
mencicipi jenang,
melihat kapal otok-otok lalu lelah digendong
Pulang di akhir dandangan.
(Puisi Kudus dalam Menuju Ramadan, Rangga Febrian, halaman 68)

mereka itu lucu, tertawailah
tawamu bisa melebihi kilometer yang dimakan Dandangan
bahkan bisa dinaiki untuk pergi ke Rahtawu
(Puisi Surat untuk Mak, Fadlillah Rumayn, halaman 112)
Puisi-puisi yang di dalamnya mengusung tempat wisata atau tempat bersejarah di Kudus seperti puisi Kretek (Irfa’anna Fahda), Pesona Menara Kudus (Erlinda Rahmawati), Pati Ayam (Muzaul Fathur Rohmah),Tempuhan ke Batas Kota Sebelum Kau(Fadlillah Rumayn), Omah Kapal (Arif Rohman), Suasana Alun-alun Simpang 7 Kudus (Anisa ‘Ainu Rohma), Jejak Kenangan di Pelataran Kliwon (Reyhan M Abdurrahman), Jambu Bol (El-Eyra), Kliwon (El-Eyra), Elegi di Taman Adipura (Nisaul Jannah), Air Terjun Monthel (Uliana Lisatin), Pesona Air Tiga Rasa (Milati Azka) dan masih banyak lagi.
Buku Antologi ini dilengkapi dengan berbagai ilustrasi menarik dari kawan-kawan komunitas Doodle Art Kudus. Selain itu, semua karya puisi didalamnya sudah dilakukan pengeditan oleh pihak panitia lomba, menjadikan puisi semakin elok. Buku ini sangat cocok sekali dibaca oleh penikmat sastra khususnya puisi.

Comments